Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI, DPR Tekankan Pentingnya Keadilan Sosial

Karya jurnalis | – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher merefleksikan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni sebagai upaya  mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah perkara besar yang menjadi tanggung jawab negara.

Saat ini kita masih harus berjuang merealisasikannya  di tengah melebarnya jurang ketimpangan sosial,” kata Netty dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMK PUI Jatibarang, Indramayu, pada Sabtu (04/06/2022).

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kata  Netty,  harus dijadikan acuan oleh pemerintah  dalam menyusun kebijakan pembangunan.

“Pembangunan tanpa acuan prinsip keadilan dan pemerataan sosial hanya akan  memperlebar jurang ketimpangan tersebut. Sayangnya kondisi inilah nyata di hadapan kita. Segelintir orang menguasai begitu banyak sumber daya alam kita, sementara masih banyak   rakyat yang hidup di ambang kemiskinan,” tandas Netty.

Oleh karena itu, Netty meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan momentum 1 Juni sebagai upaya membumikan nilai-nilai Pancasila secara nyata.

“Jangan jadikan Pancasila  hanya sebagai slogan untuk melegalitas diri atau kelompok sebagai yang paling Pancasialis dan memojokkan pihak lain sebagai anti Pancasila,” ujarnya.

Nilai-nilai  Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan sesanti Bhineka Tunggal Ika, tambahnya, harus menjadi tameng bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan lingkungan global.

“Sektor ekonomi, politik, sosial budaya, kesehatan  dan iklim global terus berubah secara dinamis. Empat pilar ini harus menjadi benteng yang membuat bangsa Indonesia tetap pada jati diri dan karakternya, bukan malah membebek pada budaya dan perilaku yang tidak sejalan dengan nilai luhur bangsa.”

Kembali pada soal keadilan sosial, Netty meminta pemerintah agar memperhatikan nasib seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu dan pilah-pilih.

“Nelayan, petani, pekerja harian, pedagang kecil, pekerja migran, terutama juga pekerja perempuan di sektor informal harus mendapat perlindungan  dan jaminan keadilan sosial agar mereka dapat hidup layak dan pantas; agar  mereka dapat merasakan  nikmatnya hidup  sebagai bagian dari bangsa  yang  kaya dan memiliki kekayaan alam luar biasa,” tutup Netty.

(Rill)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *